Tags : Cerpen Benny Arnas

Azimat Palembang

Dimuat Cagak.id, Sabtu, 8 November 2025 Gulungan azimat terbuka. Aroma debu dari samar rajah mengudara. Petang itu, jarum jam mampir di angka lima. Tapi langit Leiden masih menyala seperti bakda Zuhur di Lubuklinggau. Meski gerimis sempat renyai dari pagi, sejak tiga puluh menit yang lalu sinar matahari tumpah menguyupi kota yang akan saya tinggalkan lima […]Read More

Sapi Sebesar Gajah

Oleh Benny Arnas Jawa Pos, 7 Juni 2025 “Sejak keluar dari rumah, Nyap sudah heran lihat Om Suk. Kenapa kepala Om Suk kuat sekali memikul sapi sebesar gajah. Om Suk …” Nyapnyup * Nyapnyup mendadak popular setelah bocah lima tahun itu sukses membongkar keberadaan kawanan pembegal yang sering beraksi di jalan utama yang menghubungkan Lubuklinggau-Curup.  […]Read More

Meminang Fatimah

Termaktub dalam kumpulan cerpen Meminang Fatimah (Exotislam, 2009) Ketika SMA, saya pernah berpacaran lima kali (tiga yang terakhir saya jalani bersamaan ketika duduk di kelas dua). Percaya atau tidak, saya selalu disalip pacar-pacar saya dalam mengungkapkan rasa suka. Walaupun begitu, saya selalu mendahului mereka ketika memutuskan hubungan. Saya tak tahu, harus bangga atau malu dengan […]Read More

Januarisme 9.9.

Oleh Benny Arnas Erakini.id, 8 September 2023 Aku menamaimu Januarisme sebab di bulan itu sebuah paket raksasa berdiri di muka pintu. Sepuluh tahun yang lalu Profesor Antelove memintaku menguji-coba sistem cloud ganda, ingatan fotografik, dan selera imajiner yang ada dalam Biometa, robot humanoid yang ia klaim akan sulit ditandingi hingga tiga puluh lima tahun ke depan. […]Read More