An elegy between a stubborn man and a poor boy Read More
Tags : Benny Arnas
Oleh Benny Arnas Kurungbuka.com, 9 Juli 2023 WAKTU menunjukkan pukul sepuluh pagi. Saya bermaksud turun dari Simawang, daerah yang menjadi tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami. Kepala saya mumet karena sejumlah program KKN yang belum bisa dilaksanakan di kampung yang terletak di ketinggian itu. Saya ingin berjalan-jalan di pasar tradisional yang terletak tak jauh dari […]Read More
Oleh Benny Arnas Koran Tempo, 2 Juli 2023 Kisah ini berawal ketika Suklikulisu dan istrinya memenuhi undangan Marpiselopah membaca yasin di hari ketujuh berpulangnya sang suami yang tak lain tak bukan adalah imam salat Magrib di masjid kompleks. Melihat kesedihan yang masih bergelayut di wajah ketua pengajiannya, Nyonya Suk menawarkan diri menjadi tempat bercerita. […]Read More
Jika kau tak temui adab pada dirinya, kau tak perlu buang-buang waktu belajar ilmu kepadanya.Read More
A love renewed is no longer the same as it once was Read More
When God sent an angel in the village ...Read More
oleh Benny Arnas Termaktub dalam kumpulan cerpen Jatuh dari Cinta (Grafindo, 2011) 1. BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG akan menikah bakda lebaran! Mungkin lebih tepatnya kukatakan, beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda Ramadan! Mereka akan menikah setelah melalui satu bulan penuh cabaran. Menahan hawa napsu. Mereka harus belajar tak makan-minum seharian. Memaknai bahwa rumah tangga sejatinya bangunan […]Read More
oleh Benny Arnas basabasi.co, 6 Agustus 2021 Kau tahu siapa-siapa saja yang hadir tadi, Mir?” tanyamu begitu mobil yang kukemudikan meninggalkan lokasi acara sore itu. “Ada guru teladan kota, kepala perpustakaan provinsi, beberapa pengamat sosial, konsultan parenting, para penulis yang karyanya hanya wara-wiri di media lokal, juga keluarga backpacker,” kau malah menjawabnya sendiri. “Dan mereka tampak […]Read More
Benny Arnas mengarang sejak 2008, dua tahun setelah mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Andalas (2006). Itu adalah tahun ketika ia mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Lubuklinggau, di usia dua puluh lima. Secara akademik, Benny cukup unik, dia memutuskan mendalami budaya lewat beasiswa dua kuliah nongelar: Auckland University of Technology (Cultural Activist, 2016) dan Leiden […]Read More
oleh Hary B Kori’un Riau Pos, 12 Maret 2023 Kata Benny Arnas, omong kosong kalau seorang penulis yang tidak pernah membaca, karyanya akan berkualitas. Sebab karya kita juga sebuah cerminan dari apa yang kita baca. Sastrawan Benny Arnas memenuhi undangan Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) untuk memberi materi penulisan cerpen dalam kegiatan Peningkatan Apresiasi Sastra […]Read More