Oleh Benny Arnas asyikasyik.com, 9 Juli 2023 Digitalisasi dan virtualisasi yang masif membuat seseorang yang ada di Mongolia bisa tahu pada detik itu juga kalau orang asing di Skotlandia sedang memancing ikan kod. Seorang muslim di Ningxia menangis tersedu-sedan menyaksikan siaran langsung kekejaman Israel di Permukiman Syeikh Jarrah di media sosial. Era Infotek hari ini […]Read More
Tags : Benny Arnas
Selama Anda tidak mengerjakan sesuatu yang baru, mengejutkan, dan berguna, Anda hanya orang biasa.Read More
Tubuhku seperti diangkat empat atau enam orang. Lalu dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau ruangan atau … mobil … yang sibuk sekali dengan sirinenya. Tak kudengar lagi suara-suara kakakku. Bibi Malika juga entah ke mana.Read More
Benny Arnas basabasi.co, 8 Juli 2022 Tidak ada yang istimewa pada diri Yusufisufillah, seorang penjual pentol bakso keliling yang sering menjadi imam salat Magrib cadangan di masjid kompleks itu. Belakangan, pria yatim piatu itu ditahbiskan menjadi “imam tetap” karena mereka yang ditunjuk lebih sering berhalangan. Tapi, tetap, tidak ada yang terlalu istimewa. Kalau Yusufsufillah, misalnya, […]Read More
Oleh Benny Arnas Koran Tempo, 31 Januari 2010 PERCAKAPAN mereka adalah gayung bersambut sepasang hati yang marun merahnya. Percakapan yang mengetuk gendang telinga penduduk langit. Percakapan sederhana dari sebuah kampung yang tak tertitik dalam peta, tak tertilik oleh sesiapa, pun tak terbetik dalam kabar. Namun, bila para nabi dan istri mereka, para sahabat nabi dan […]Read More
Oleh Benny Arnas Termaktub dalam antologi karya penulis terpilih (Emerging Writers) Ubud Writers & Reders Festival (UWRF) 2010 dengan judul “River Stones” terjemahan terjemahan Toni Polard. Alamakjang, seperti tak berotak saja apa yang berlaku di muka Anas! Ia benar-benar tak habis pikir, bagaimana penduduk menjadi sebegitu bodohnya. Mereka menyemen parit dengan batamerah, bahkan sebagian lebih gawat […]Read More
An elegy between a stubborn man and a poor boy Read More
Oleh Benny Arnas Kurungbuka.com, 9 Juli 2023 WAKTU menunjukkan pukul sepuluh pagi. Saya bermaksud turun dari Simawang, daerah yang menjadi tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami. Kepala saya mumet karena sejumlah program KKN yang belum bisa dilaksanakan di kampung yang terletak di ketinggian itu. Saya ingin berjalan-jalan di pasar tradisional yang terletak tak jauh dari […]Read More
Oleh Benny Arnas Koran Tempo, 2 Juli 2023 Kisah ini berawal ketika Suklikulisu dan istrinya memenuhi undangan Marpiselopah membaca yasin di hari ketujuh berpulangnya sang suami yang tak lain tak bukan adalah imam salat Magrib di masjid kompleks. Melihat kesedihan yang masih bergelayut di wajah ketua pengajiannya, Nyonya Suk menawarkan diri menjadi tempat bercerita. […]Read More
Jika kau tak temui adab pada dirinya, kau tak perlu buang-buang waktu belajar ilmu kepadanya.Read More