Benny Arnas

https://bennyarnas.com

Penulis & Pegiat Literasi

Kepada Pengantin Baru

oleh Benny Arnas Termaktub dalam kumpulan cerpen Jatuh dari Cinta (Grafindo, 2011) 1. BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG akan menikah bakda lebaran! Mungkin lebih tepatnya kukatakan, beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda Ramadan! Mereka akan menikah setelah melalui satu bulan penuh cabaran. Menahan hawa napsu. Mereka harus belajar tak makan-minum seharian. Memaknai bahwa rumah tangga sejatinya bangunan […]Read More

Panggung Paramitha Rusady

oleh Benny Arnas basabasi.co, 6 Agustus 2021 Kau tahu siapa-siapa saja yang hadir tadi, Mir?” tanyamu begitu mobil yang kukemudikan meninggalkan lokasi acara sore itu. “Ada guru teladan kota, kepala perpustakaan provinsi, beberapa pengamat sosial, konsultan parenting, para penulis yang karyanya hanya wara-wiri di media lokal, juga keluarga backpacker,” kau malah menjawabnya sendiri. “Dan mereka tampak […]Read More

Benny Arnas, Selayang Pandang

Benny Arnas mengarang sejak 2008, dua tahun setelah mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Andalas (2006). Itu adalah tahun ketika ia mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Lubuklinggau, di usia dua puluh lima. Secara akademik, Benny cukup unik, dia memutuskan mendalami budaya lewat beasiswa dua kuliah nongelar: Auckland University of Technology (Cultural Activist, 2016) dan Leiden […]Read More

Belajar Bersastra dari Benny Arnas

oleh Hary B Kori’un Riau Pos, 12 Maret 2023 Kata Benny Arnas, omong kosong kalau seorang penulis yang tidak pernah membaca, karyanya akan berkualitas. Sebab karya kita juga sebuah cerminan dari apa yang kita baca. Sastrawan Benny Arnas memenuhi undangan Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) untuk memberi materi penulisan cerpen dalam kegiatan Peningkatan Apresiasi Sastra […]Read More

Ayam Putih Terbang Siang Tak Pulang-pulang

oleh Benny Arnas Jawa Pos, 4 Maret 2022 Lalu ia, laki-laki 38 tahun bernama Jam itu, naik ke atas panggung rendah tempat para ustaz, pak lurah, ketua RT, dan tokoh masyarakat kelurahan Moneng Sepati duduk bersila mengisi bagian tepinya. Seperti sudah tahu—dan juga sudah disiapkan oleh penyelenggara, Jam duduk di tengah-tengah, sehingga ia bukan hanya menjadi […]Read More