Oleh Benny Arnas Jawa Pos, 5 September 2022 Dua dekade terakhir, pemikiran-pemikiran mutakhir Djared Diamond (trilogi Guns, Germs, and Steel), Yuval Noah Harari (trilogi Sapiens), dan Smithsonian (Timeless of Everything), berhasil mengetengahkan data, telaah ilmiah, dan perspektif baru berbalut retorika naratif yang bernas. Paparan mereka tentang bagaimana dunia bergerak ke arah otomatisasi tidak bisa dianggap sebagai […]Read More
Tags : Esai Benny Arnas
Kepolosan adalah tembok yang kokoh.Read More
Membaca bisa membuat kita pada sikap adil ...Read More
Ethile, seperti angin, ada di mana-mana!Read More
Cerita yang baik bahkan kuasa membuat manusia melupakan akhir dunia.Read More
Dengan berjualan es balon, Dinda latihan mandiri.Read More
Dibanding suami, istri memang punya daya tahan pedih yang luar biasa!Read More
"Bersastra itu adalah sebuah kebohongan yang dibenci Allah dan rasulnya, Benn."Read More
Film tentang menulis cerita!Read More
Oleh Benny Arnas Beberapa kalangan (penonton) mengungkapkan kekesalan mereka dengan akhir cerita: Bu Prani kalah. Padahal, statement Budi Pekerti justru sebaliknya. *** Budi Pekerti (2023) adalah film besutan Wregas Bhanuteja, sutradara yang menggemparkan publik film Tanah Air lewat Prenjak yang meraih penghargaan di Cannes Film Festival 2016. Isu tentang bahayanya “era kamera di mana-mana” sebenarnya sudah Bhanuteja angkat dalam film panjang pertamanya Penyalin […]Read More