Sebentar, sebentar, memangnya hidup lebih lama itu untuk apa. Read More
Tags : Esai Benny Arnas
“People don’t remember everything — they remember structure.”Read More
Kairo dan Bahasa Indonesia adalah katalis produktivitas saya Read More
Nafsu, dalam segala kebudayaan, selalu menjadi lidah yang menjilat pisau: awalnya memuaskan, akhirnya mematikan!Read More
Kita hidup di zaman ketika kepercayaan sering dipinjamkan, Read More
Sastra adalah counter-attack paling elegan terhadap candu instan.Read More
saya belajar bahwa ... tubuh bukan mesin tanpa buku petunjuk. Ia mencatat semuanya. Read More
Kegelapan fisik sering kali membuka terang batin. Tanpa distraksi, pikiran menemukan ritmenya sendiri. Read More
Ketika angka menjadi tujuan, membaca menjadi beban. Read More
Keteraturan dalam hidup memberi ruang bagi pikiran untuk menyelam lebih dalam. Read More