Nafsu, dalam segala kebudayaan, selalu menjadi lidah yang menjilat pisau: awalnya memuaskan, akhirnya mematikan!Read More
Tags : Benny Arnas
Karena wajah dan tingkahku tertangkap kamera, Negara tak punya pilihan selain menumbalkanku.Read More
Kita hidup di zaman ketika kepercayaan sering dipinjamkan, Read More
Aku tak menagih romansa atau kata-kata mawar merahRead More
Sastra adalah counter-attack paling elegan terhadap candu instan.Read More
saya belajar bahwa ... tubuh bukan mesin tanpa buku petunjuk. Ia mencatat semuanya. Read More
Kegelapan fisik sering kali membuka terang batin. Tanpa distraksi, pikiran menemukan ritmenya sendiri. Read More
Ketika angka menjadi tujuan, membaca menjadi beban. Read More
Keteraturan dalam hidup memberi ruang bagi pikiran untuk menyelam lebih dalam. Read More
Selama manuskrip-manuskrip itu masih ada, sejarah Indonesia belum benar-benar selesai ditulis. Oleh Benny Arnas ____ Ketika Greenland kembali disebut dalam berita dunia, perhatian publik tertuju pada peta kekuasaan. Amerika Serikat dikabarkan ingin menguasai pulau itu karena cadangan mineral yang terkunci di bawah es. Es yang selama ini dianggap beku dan mati tiba tiba berubah menjadi […]Read More