Benny Arnas, Selayang Pandang

 Benny Arnas, Selayang Pandang

Benny Arnas dalam perjalanan pulang dari Karimata menuju Belitong menumpang kapal nelayan selama lebih dari 15 jam di laut.

Benny Arnas mengarang sejak 2008, ketika ia mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Lubuklinggau, di usia dua puluh lima.  

Kisah Inspiratif Terbaik Indonesia (2009) untuk “Sebelas Potong Cerita Neknang”, Anugerah Sastra Batanghari Sembilan (2009) dari Gubernur Sumatra Selatan, Krakatau Award (2010) untuk cerpen “Taman Pohon Ibu”, Penulis Fiksi Terbaik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2012) lewat cerpen “Air Akar”, Pena Award untuk Penulis Cerpen Terpuji (2013) lewat kumpulan cerpen Bulan Celurit Api, Penulis Cerpen Media Massa Sumatera Selatan Terbaik (2014) untuk cerpen “Hikayat Persiden Kurap”, Penghargaan Khusus Karya Sastra Jakarta Beat (2015) lewat novel Tanjung Luka, Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (2016) lewat Curriculum Vitae, Pemenang Lomba Penulisan Artikel Media Massa Kemendikbud (2020) lewat esai “Transformasi Perpustakaan Tupperware”, dan memenangkan Lomba Novel tentang Kanjeng Nabi Muhammad saw. lewat Kayu Lapuk Membuat Kapal (2021) adalah beberapa penghargaan yang diperolehnya.

Sejauh ini, Benny telah menerbitkan tiga puluh satu buku. Dua di antaranya lahir di usianya yang ke-40, yaitu Bulan Madu Matahari (RAI Arts, Mei 2023) dan Dammahum (Diva Press, Maret 2023).

Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dialih-wahana ke dalam banyak pertunjukan dan film, serta membawanya melakukan lawatan kebudayaan di 19 negara. Ia telah menulis 175 cerpen, esai, puisi, dan catatan perjalanan yang tersebar di Kompas, Koran Tempo, Republika, Media Indonesia, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Lampung Post, Padang Ekspress, Koran Jakarta, Berita Pagi, Sumatera Ekspressbasabasi.co, dll.

Benny Arnas dan Peserta Kelas Story by 5 (Pekanbaru, 7-8 Maret 2023)

Sejak 2020 ia mengembangkan Story by 5, formula menulis cepat dan terukur dengan membuka kelas daring yang diminati para peserta dari dalam dan luar negeri. Sejak 2020 hingga saat ini, South East Asian Qitep in Language (SEAQIL), Taman Budaya Sumatra Barat, Balai Bahasa Provinsi Riau, dan KBRI Paris menyelenggarakan lokakarya formula menulis tersebut.

Lewat Benny Institute, komunitas kebudayaan yang ia dirikan pada 2009, Benny Arnas menjadi penggerak literasi di Lubuklinggau. Semua dokumentasi kontribusi kesastraan, kebudayaan, dunia kreatif lainnya dapat diakses di Instagram @bennyinstitute, laman bennyinstitute.com atau kanal Youtube Benny Institute. Benny Institute mendapat penghargaan sebagai Komunitas Literasi Terbaik oleh Kemdikbudristek pada tahun 2021.

Tahunn 2023, atas jasanya di bidang literasi, Benny Arnas menerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka, penghargaan tertinggi di bidang perpustakaan yang diberikan pemerintah melalui perpustakaan nasional kepada mereka yang memiliki kontribusi dalam meningkatkan minat baca di Indonesia.

Lebih banyak tentang karyanya, terpanjang di Instagram @bennyarnas dan laman bennyarnas.com.

Benny Arnas

https://bennyarnas.com

Penulis & Pegiat Literasi

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *